Jumat, 15 Januari 2016
Tidur ala Rasulullah
Jumat, 15 Januari 2016 by fd
SCRIPT IKLAN ADSENSE YANG TELAH DIPARSE
Tidur ala Rasulullah
Menurut penelitian dalam membuktikan
kebenaran cara tidur Rasulullah SAW,
melalui riset medis diperoleh hasil:
Dalam posisi tidur berbaring pada sisi
badan bagian kanan dan
mengusahakan kepala menghadap
utara dan kaki mengarah ke selatan,
dalam posisi ini tubuh tidak menolak
arus atau medan magnet konstan
mengaliri sekujur tubuh dari kutub
magnetik utara menuju ke selatan dan
terhubung lancar ke system syaraf kita.
Pertama:
MUHASABAH sesaat sebelum tidur.
Sangat dianjurkan sekali bagi setiap
muslim bermuhasabah (berintropeksi
diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi
segala perbuatan yang telah ia lakukan
di siang hari. Lalu jika ia dapatkan
perbuatannya baik maka hendaknya
memuji kepada Alloh SWT dan jika
sebaliknya maka hendaknya segera
memohon ampunan-Nya, kembali dan
bertaubat kepada-Nya.
Kedua:
TIDUR lebih dini, berdasarkan hadits
yang bersumber dari 'Aisyah RA,
bahwasanya Rosululloh SAW tidur pada
awal malam dan bangun pada
pengujung malam, lalu Beliau SAW
melakukan sholat (Muttafaq'alaih).
Ketiga:
DISUNNATKAN berwudhu sebelum
tidur, dan berbaring miring sebelah
kanan (untuk kesehatan pencernaan).
Al-Bara menuturkan, Rosululloh SAW
bersabda, "Apabila kamu tidur maka
berwudlulah sebagaimana wudlu untuk
sholat."
Keempat:
DISUNNATKAN juga mengibaskan
sperei tiga kali sebelum berbaring,
berdasarkan hadits Abu Hurairoh,
bahwasanya Rosululloh SAW bersabda,
"Apabila seorang dari kamu akan tidur
pada tempat tidurnya, maka hendaklah
mengirapkan kainnya pada tempat
tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia
tidak tahu apa yang ada di atasnya..." Di
dalam satu riwayat dikatakan: 3 kali
(Muttafaq'alaih)
Kelima:
MAKRUH tidur tengkurap. Abu Dzar
menuturkan, Nabi SAW pernah lewat
melintasi aku, di kala aku sedang
berbaring tengkurap. Maka Nabi SAW
membangunkanku dengan kakinya
sambil bersabda, "Wahai Junaidab
(panggilan Abu Dzar), sesungguhnya
berbaring seperti ini (tengkurap) adalah
cara berbaringnya penghuni
Neraka," (HR Ibnu Majah dan dinilai
shohih oleh Al-Bani)
Bahkan dalam hadits lain dijelaskan,
bahwa tidur/berbaring tengkurap
adalah sifat dari tidurnya Iblis, karena
menghindari bertatapan langsung
dengan Alloh SWT yang telah melaknat
dan mengutuknya.
Keenam:
MAKRUH tidur di atas tempat terbuka,
karena di dalam hadits yang bersumber
dari 'Ali bin Syaiban disebutkan
bahwasanya Nabi SAW telah bersabda,
"Barangsiapa yang tidur malam di atas
atap rumah yang tidak ada
penutupnya, maka hilanglah jaminan
darinya," (HR Al-Bukhori)
Ketujuh:
MENUTUP pintu, jendela dan
memadamkan api dan lampu sebelum
tidur. Dari Jabir diriwayatkan bahwa
sesungguhnya Rosululloh SAW telah
bersabda, "Padamkanlah lampu di
malam hari apabila kamu akan tidur,
tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat
bejana-bejana dan tutuplah makanan
dan minuman," (Muttafaq'alaih)
Kedelapan:
MEMBACA ayat Kursi, dua ayat terakhir
dari Surah Al-Baqoroh, Al-Ikhlas dan Al-
Mu'awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas),
karena banyak hadits-hadits shohih
yang menganjurkan hal tersebut.
Kesembilan:
MEMBACA doa-doa dan dzikir yang
keterangannya shohih dari Rosululloh
SAW, seperti, "Ya Alloh, peliharalah aku
dari adzab-Mu pada hari Engkau
membangkitkan kembali segenap
hamba-hamba-Mu." Dibaca 3 kali. (HR
Abu Dawud dan dihasankan oleh Al-
Albani)
Jika bangun tidur membaca,
"Alhamdulillahilladzi ahyaana ba'dama
amaatana wailaihin nusyur (Segala puji
bagi Alloh yang telah menghidupkan
kami setelah kami dimatikan-Nya, dan
kepada-Nya lah kami
dikembalikan," (HR Al-Bukhori).
PENTING!!!!
Kiranya agar menjadi renungan untuk
kita semua, "Sesungguhnya Tidur
adalah Sahabat Terdekat dari
Kematian."
Tags:
Menurut penelitian dalam membuktikan
kebenaran cara tidur Rasulullah SAW,
melalui riset medis diperoleh hasil:
Dalam posisi tidur berbaring pada sisi
badan bagian kanan dan
mengusahakan kepala menghadap
utara dan kaki mengarah ke selatan,
dalam posisi ini tubuh tidak menolak
arus atau medan magnet konstan
mengaliri sekujur tubuh dari kutub
magnetik utara menuju ke selatan dan
terhubung lancar ke system syaraf kita.
Pertama:
MUHASABAH sesaat sebelum tidur.
Sangat dianjurkan sekali bagi setiap
muslim bermuhasabah (berintropeksi
diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi
segala perbuatan yang telah ia lakukan
di siang hari. Lalu jika ia dapatkan
perbuatannya baik maka hendaknya
memuji kepada Alloh SWT dan jika
sebaliknya maka hendaknya segera
memohon ampunan-Nya, kembali dan
bertaubat kepada-Nya.
Kedua:
TIDUR lebih dini, berdasarkan hadits
yang bersumber dari 'Aisyah RA,
bahwasanya Rosululloh SAW tidur pada
awal malam dan bangun pada
pengujung malam, lalu Beliau SAW
melakukan sholat (Muttafaq'alaih).
Ketiga:
DISUNNATKAN berwudhu sebelum
tidur, dan berbaring miring sebelah
kanan (untuk kesehatan pencernaan).
Al-Bara menuturkan, Rosululloh SAW
bersabda, "Apabila kamu tidur maka
berwudlulah sebagaimana wudlu untuk
sholat."
Keempat:
DISUNNATKAN juga mengibaskan
sperei tiga kali sebelum berbaring,
berdasarkan hadits Abu Hurairoh,
bahwasanya Rosululloh SAW bersabda,
"Apabila seorang dari kamu akan tidur
pada tempat tidurnya, maka hendaklah
mengirapkan kainnya pada tempat
tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia
tidak tahu apa yang ada di atasnya..." Di
dalam satu riwayat dikatakan: 3 kali
(Muttafaq'alaih)
Kelima:
MAKRUH tidur tengkurap. Abu Dzar
menuturkan, Nabi SAW pernah lewat
melintasi aku, di kala aku sedang
berbaring tengkurap. Maka Nabi SAW
membangunkanku dengan kakinya
sambil bersabda, "Wahai Junaidab
(panggilan Abu Dzar), sesungguhnya
berbaring seperti ini (tengkurap) adalah
cara berbaringnya penghuni
Neraka," (HR Ibnu Majah dan dinilai
shohih oleh Al-Bani)
Bahkan dalam hadits lain dijelaskan,
bahwa tidur/berbaring tengkurap
adalah sifat dari tidurnya Iblis, karena
menghindari bertatapan langsung
dengan Alloh SWT yang telah melaknat
dan mengutuknya.
Keenam:
MAKRUH tidur di atas tempat terbuka,
karena di dalam hadits yang bersumber
dari 'Ali bin Syaiban disebutkan
bahwasanya Nabi SAW telah bersabda,
"Barangsiapa yang tidur malam di atas
atap rumah yang tidak ada
penutupnya, maka hilanglah jaminan
darinya," (HR Al-Bukhori)
Ketujuh:
MENUTUP pintu, jendela dan
memadamkan api dan lampu sebelum
tidur. Dari Jabir diriwayatkan bahwa
sesungguhnya Rosululloh SAW telah
bersabda, "Padamkanlah lampu di
malam hari apabila kamu akan tidur,
tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat
bejana-bejana dan tutuplah makanan
dan minuman," (Muttafaq'alaih)
Kedelapan:
MEMBACA ayat Kursi, dua ayat terakhir
dari Surah Al-Baqoroh, Al-Ikhlas dan Al-
Mu'awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas),
karena banyak hadits-hadits shohih
yang menganjurkan hal tersebut.
Kesembilan:
MEMBACA doa-doa dan dzikir yang
keterangannya shohih dari Rosululloh
SAW, seperti, "Ya Alloh, peliharalah aku
dari adzab-Mu pada hari Engkau
membangkitkan kembali segenap
hamba-hamba-Mu." Dibaca 3 kali. (HR
Abu Dawud dan dihasankan oleh Al-
Albani)
Jika bangun tidur membaca,
"Alhamdulillahilladzi ahyaana ba'dama
amaatana wailaihin nusyur (Segala puji
bagi Alloh yang telah menghidupkan
kami setelah kami dimatikan-Nya, dan
kepada-Nya lah kami
dikembalikan," (HR Al-Bukhori).
PENTING!!!!
Kiranya agar menjadi renungan untuk
kita semua, "Sesungguhnya Tidur
adalah Sahabat Terdekat dari
Kematian."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “Tidur ala Rasulullah”
Posting Komentar