Minggu, 17 Januari 2016
Kisah 4 Lilin
Minggu, 17 Januari 2016 by fd
SCRIPT IKLAN ADSENSE YANG TELAH DIPARSE
Ada 4 lilin yang menyala, sedikit demi
sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga
terdengarlah percakapan mereka
Yang pertamaberkata: “Aku adalah
Damai.” “Namun manusia tak mampu
menjagaku : maka lebih baik aku
mematikan diriku saja!” Demikianlah
sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang keduaberkata: “Aku adalah Iman.”
“Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia
tak mau mengenalku, untuk itulah tak
ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu
selesai bicara, tiupan angin
memadamkannya.
Lilin ketigaDengan sedih giliran bicara:
“Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku
untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi
memandang dan mengganggapku
berguna.” “Mereka saling membenci,
bahkan membenci mereka yang
mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka
matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam
kamar, dan melihat ketiga Lilin telah
padam. Karena takut akan kegelapan itu,
ia berkata: “Ekh apa yang terjadi??
Kalian harus tetap menyala, Aku takut
akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat
berkata:
Jangan takut, Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala, kita
tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin
lainnya: “Akulah HARAPAN.”
Dengan mata bersinar, sang anak
mengambil Lilin Harapan, lalu
menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah
HARAPAN yang ada dalam hati kita dan
masing-masing kita semoga dapat
menjadi alat, seperti sang anak tersebut,
yang dalam situasi apapun mampu
menghidupkan kembali Iman, Damai,
Cinta dengan HARAPAN-NYA
Tags:
sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga
terdengarlah percakapan mereka
Yang pertamaberkata: “Aku adalah
Damai.” “Namun manusia tak mampu
menjagaku : maka lebih baik aku
mematikan diriku saja!” Demikianlah
sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang keduaberkata: “Aku adalah Iman.”
“Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia
tak mau mengenalku, untuk itulah tak
ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu
selesai bicara, tiupan angin
memadamkannya.
Lilin ketigaDengan sedih giliran bicara:
“Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku
untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi
memandang dan mengganggapku
berguna.” “Mereka saling membenci,
bahkan membenci mereka yang
mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka
matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam
kamar, dan melihat ketiga Lilin telah
padam. Karena takut akan kegelapan itu,
ia berkata: “Ekh apa yang terjadi??
Kalian harus tetap menyala, Aku takut
akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat
berkata:
Jangan takut, Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala, kita
tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin
lainnya: “Akulah HARAPAN.”
Dengan mata bersinar, sang anak
mengambil Lilin Harapan, lalu
menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah
HARAPAN yang ada dalam hati kita dan
masing-masing kita semoga dapat
menjadi alat, seperti sang anak tersebut,
yang dalam situasi apapun mampu
menghidupkan kembali Iman, Damai,
Cinta dengan HARAPAN-NYA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “Kisah 4 Lilin”
Posting Komentar